• Hubungi Kami
  • Privacy Policy
  • Syarat Ketentuan
  • Tentang
Kelas Listrik
Advertisement
  • Home
No Result
View All Result
  • Home
No Result
View All Result
Kelas Listrik
No Result
View All Result
Home Instalasi Motor Listrik

Thermal Overload Relay TOR Pengertian, Fungsi dan Cara Kerja

Muhammad Ilyas, S.T. by Muhammad Ilyas, S.T.
October 12, 2026
in Instalasi Motor Listrik
1
0
Thermal Overload Relay TOR Pengertian, Fungsi dan Cara Kerja
0
SHARES
145
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Table of Contents

  • 1. Pengertian Thermal Overload Relay
  • 2. Fungsi TOR
  • 3. Cara Kerja TOR
  • 4. Simbol Thermal Overload Relay

Thermal Overload Relay (TOR) adalah komponen pengaman pada rangkaian kendali motor listrik yang berfungsi melindungi motor dari beban lebih (overload). TOR umumnya dipasang bersama magnetic contactor pada rangkaian pengendali motor, misalnya rangkaian DOL, forward-reverse, dan star-delta.

Thermal Overload Relay Annotated Diagram

1 Pengertian Thermal Overload Relay

TOR bekerja berdasarkan panas yang timbul akibat arus listrik. Di dalam TOR terdapat elemen bimetal. Ketika arus yang mengalir ke motor melebihi nilai yang telah diatur dalam jangka waktu tertentu, bimetal menjadi panas dan melengkung.

Perubahan bentuk tersebut kemudian mengaktifkan mekanisme trip sehingga kontak TOR berubah posisi dan memutus rangkaian kontrol kontaktor. Akibatnya kontaktor terlepas dan motor berhenti.

2 Fungsi TOR

Fungsi utama TOR adalah melindungi motor listrik dari kerusakan akibat arus beban lebih. Contohnya, motor menggerakkan konveyor yang terlalu berat sehingga motor menarik arus lebih besar dari kondisi normal.

TOR juga membantu memberikan perlindungan ketika motor mengalami kondisi abnormal yang menyebabkan arus meningkat, termasuk kondisi kehilangan salah satu fasa pada sistem tertentu. Namun, TOR bukan pengaman utama hubung singkat (short circuit). Perlindungan hubung singkat biasanya menggunakan MCB, MCCB, atau fuse.

3 Cara Kerja TOR

Secara sederhana prosesnya:

Motor bekerja → arus melewati TOR → terjadi overload → elemen bimetal memanas → bimetal melengkung → TOR trip → kontak NC membuka → kontaktor OFF → motor berhenti.

Pada kondisi normal, kontak bantu NC 95–96 TOR dalam keadaan tertutup sehingga rangkaian koil kontaktor dapat bekerja.

Ketika terjadi overload:

95–96: NC → OPEN

Kontak ini memutus suplai menuju koil kontaktor. Kontaktor kemudian melepaskan kontak utamanya sehingga suplai listrik ke motor terputus.

Pada TOR yang menyediakan kontak NO:

97–98: NO → CLOSE

Kontak 97–98 dapat digunakan untuk menyalakan lampu indikator overload, buzzer, atau memberikan sinyal gangguan ke PLC.

4 Simbol Thermal Overload Relay

Simbol Thermal Overload Relay TOR

Memuat kuis…

Tags: IMLInstalasi Motor ListrikPengamanThermal Overload RelayTOR
Muhammad Ilyas, S.T.

Muhammad Ilyas, S.T.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Thermal Overload Relay TOR Pengertian, Fungsi dan Cara Kerja

Thermal Overload Relay TOR Pengertian, Fungsi dan Cara Kerja

October 12, 2026
  • Syarat Ketentuan
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
  • Tentang

© 2026 Kelas Listrik

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home

© 2026 Kelas Listrik