Table of Contents
Thermal Overload Relay (TOR) adalah komponen pengaman pada rangkaian kendali motor listrik yang berfungsi melindungi motor dari beban lebih (overload). TOR umumnya dipasang bersama magnetic contactor pada rangkaian pengendali motor, misalnya rangkaian DOL, forward-reverse, dan star-delta.

1 Pengertian Thermal Overload Relay
TOR bekerja berdasarkan panas yang timbul akibat arus listrik. Di dalam TOR terdapat elemen bimetal. Ketika arus yang mengalir ke motor melebihi nilai yang telah diatur dalam jangka waktu tertentu, bimetal menjadi panas dan melengkung.
Perubahan bentuk tersebut kemudian mengaktifkan mekanisme trip sehingga kontak TOR berubah posisi dan memutus rangkaian kontrol kontaktor. Akibatnya kontaktor terlepas dan motor berhenti.
2 Fungsi TOR
Fungsi utama TOR adalah melindungi motor listrik dari kerusakan akibat arus beban lebih. Contohnya, motor menggerakkan konveyor yang terlalu berat sehingga motor menarik arus lebih besar dari kondisi normal.
TOR juga membantu memberikan perlindungan ketika motor mengalami kondisi abnormal yang menyebabkan arus meningkat, termasuk kondisi kehilangan salah satu fasa pada sistem tertentu. Namun, TOR bukan pengaman utama hubung singkat (short circuit). Perlindungan hubung singkat biasanya menggunakan MCB, MCCB, atau fuse.
3 Cara Kerja TOR
Secara sederhana prosesnya:
Motor bekerja → arus melewati TOR → terjadi overload → elemen bimetal memanas → bimetal melengkung → TOR trip → kontak NC membuka → kontaktor OFF → motor berhenti.
Pada kondisi normal, kontak bantu NC 95–96 TOR dalam keadaan tertutup sehingga rangkaian koil kontaktor dapat bekerja.
Ketika terjadi overload:
95–96: NC → OPEN
Kontak ini memutus suplai menuju koil kontaktor. Kontaktor kemudian melepaskan kontak utamanya sehingga suplai listrik ke motor terputus.
Pada TOR yang menyediakan kontak NO:
97–98: NO → CLOSE
Kontak 97–98 dapat digunakan untuk menyalakan lampu indikator overload, buzzer, atau memberikan sinyal gangguan ke PLC.
4 Simbol Thermal Overload Relay

Memuat kuis…

